By February 3, 20090 Comments Read More →

REMOTE AREA PREPARATION PROGRAM

REMOTE AREA PREPARATION PROGRAM

Jakarta | February 18-19th 2009 |  Only Rp.2.200.000,-
Early Bird Rp.1.800.000,- for payment before February 13th 2009
Discount 10% for 3 participant from same company

 

LATAR BELAKANG :

Bertugas di suatu remote area mengandung challenge tersendiri seperti jauh dari keluarga yang disayangi, terbatasnya fasilitas atau sarana hiburan yang memadai, putus atau terbatasnya hubungan dengan teman-teman sepergaulan, perlunya beradaptasi dengan local people yang mungkin berbeda adat dan kebiasaan, dll. Oleh karena itu karyawan yang akan bekerja di remote area tidak hanya cukup dibekali dengan pengetahuan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan pengetahuan teknis lainnya tetapi juga perlu memiliki kesiapan mental dan tips-tips untuk mengatasi kendala dan masalah psikologis yang terjadi.
Secara garis besar program ini akan dimulai dengan proses assessment kepada peserta untuk melihat sejauh mana kecocokan profil kepribadian peserta dengan situasi dan kondisi yang akan dihadapi di remote area. Lalu peserta akan mempelajari secara menyeluruh pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan ketika berada di remote area seperti, menyiapkan motivasi kerja di remote area, pemahaman tentang local culture, bagaimana beradaptasi dengan lingkungan baru, sampai keterampilan berinteraksi dengan orang lain dan tips mengatasi gejala stress.

SASARAN :
Memahami motivasi bekerja di remote area
Memiliki kesiapan mental untuk bekerja di remote area
Memahami kultur local people
Memahami teknik komunikasi efektif di lingkungan baru

TARGET PESERTA :
Karyawan yang akan berangkat ke remote area
Praktisi HR

WAKTU :

  • Rabu, 18 Februari 2009
  • Pukul 08.30 – 17.00 WIB
  • Kamis, 19 Februari
  • Pukul 08.30 – 13.00 WIB

METODE :
Interactive lecture
Diskusi kelompok
Self assessment
Feedback counseling

TEMPAT :
IS Plaza 2nd Floor, Jl. Pramuka Raya Kav.151 Jakarta 13120

POKOK BAHASAN :
Self assessment
Motivasi kerja di remote area
Macam-macam local culture
Tipe-tipe orang
Profil kepribadian yang dituntut agar sukses bekerja di remote area
Adaptasi dan komunikasi efektif dengan local people
Teknik dasar negosiasi
Tips mengatasi stress
Feedback counseling berdasarkan self assessment

TRAINER :
Surya Chandra
Menamatkan S1 Kedokteran dari Universitas Yarsi dan S2 Psikologi dari UI serta MBA programme dari Lembaga Manajemen Indonesia. Beliau juga seorang specialist di Sport Psychology dari Sport Schulle–Cologne, West-Germany. Pengalamannya antara lain sebagai pengajar di UI dan Univ. Paramadina serta Training Manager di LPT UI. Kini beliau aktif sebagai senior trainer dan consultant di bidang HRM bagi perusahaan nasional dan multinasional.

PROGRAM LAIN :

-Selection Interviewing Skills For Non Psychologist (4-5 Februari 2009)
Dalam praktek sehari-hari, sesi interview masih banyak dilakukan oleh orang yang tidak berlatarbelakang psikolog atau bahkan S1 psikologi. Padahal untuk dapat melaksanakan sesi interview dengan baik, seorang interviewer harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai yang umumnya sudah dikuasai oleh psikolog. Melalui program ini, peserta akan mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan yang secara materi program disusun khusus untuk peserta yang tidak berlatar belakang psikolog. Selain itu merupakan keunggulan dari program ini karena akan dibawakan oleh trainer yang telah memiliki pengalaman panjang sebagai praktisi dan konsultan di bidang recruitment dan assessment.

-Writing An Assessment Center Report (11 Februari 2009)
Kemampuan menulis laporan dari sebuah proses assessment center merupakan hal yang penting karena setidaknya dua hal yaitu metode assessment center umumnya memakan biaya besar sehingga sayang sekali apabila laporan individu yang dihasilkan tidak memberi manfaat yang seimbang. Kedua, metode pengukuran yang digunakan umumnya melibatkan alat ukur yang cukup beragam (tidak terbatas pada psikotes saja) sehingga diperlukan keterampilan sendiri dalam memadukan hasil-hasil tes tersebut. Selain itu keahlian menulis laporan assessment center juga dapat menjadi tabungan skills tersendiri yang dapat digunakan kapan saja saat diperlukan seperti halnya orang dengan kemampuan sebagai trainer dapat diminta sewaktu-waktu untuk men-deliver sebuah training.

-Coaching & Counseling Skills (25-26 Februari 2009)
Menjadi atasan bukan hanya perlu terampil dalam hal penanganan tugas-tugas baik tugas yang dilakukan sendiri maupun yang didelegasikan pada bawahan dalam rangka mencapai target yang ditetapkan. Keterampilan dalam menangani sisi ‘human’ bawahan juga merupakan hal penting yang perlu dikuasai sehingga bawahan termotivasi dalam bekerja. Atasan juga memiliki tanggung jawab dalam pengembangan diri bawahan dengan langkah pertama mengenali dengan benar profil kepribadian bawahan. Pemahaman yang benar akan profil kepribadian ini dapat mengarahkan approach dan tindakan yang tepat ketika menghadapi masalah yang diutarakan bawahan. Untuk pemahaman kepribadian, peserta akan dibantu dengan sebuah alat assessment kepribadian yang tidak mensyaratkan lisensi psikolog dalam penggunaannya.

-Facilitating An Experiential Learning Based Program (5-6 Maret 2009)
Salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh seorang trainer adalah bagaimana mengubah sikap atau attitude peserta training untuk memiliki sikap positif tertentu atau nilai tertentu yang lebih baik. Training yang bertujuan untuk mengubah aspek sikap atau nilai ini tidak cukup didekati dengan metode training berupa penyampaian materi kepada peserta mengenai hal-hal yang bersifat knowledge saja. Keterampilan yang diajarkan kepada peserta pun tidak akan ada efeknya bila tidak disertai ‘ruh’ berupa attitude atau nilai yang tertanam yang memberi semangat positif pada perilaku. Melalui program ini peserta akan belajar tentang bagaimana menyiapkan dan membawakan program berbasis experiential learning dari salah satu trainer terbaik di metode ini.

-Supervisory Skills (18-19 Maret 2009)
Program ini akan mengajarkan kepada peserta dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan baik manajerial maupun leadership yang diperlukan untuk menjadi seorang atasan yang baik. Salah satu kekuatan pada program ini adalah penggunaan assessmen kepada para peserta di awal program untuk melihat profil kelebihan dan kekurangan peserta yang hasilnya digunakan sebagai panduan membimbing peserta dalam proses belajar. Pada akhir sesi, setiap peserta akan diberikan saran dan masukan pengembangan diri berdasarkan hasil assessment dan proses belajar yang telah berlangsung. Program ini juga akan mengoptimalkan penggunaan metode experiential learning pada sesi-sesi yang berlangsung.

-Managing Stress At Work (2 April 2009)
Stress dapat terjadi di mana saja termasuk di tempat kerja. Stress dapat berpengaruh negatif terhadap kinerja seseorang. Karyawan perlu mengenali dari mana saja sumbernya agar dapat dihindari. Namun bila tidak terelakkan, karyawan perlu mempelajari teknik-teknik untuk menghilangkan atau menurunkan tingkat stress. Tidak jarang ada juga karyawan yang tidak menyadari bahwa dirinya tengah mengalami stress. Stress juga dapat menimbulkan gangguan fisiologis dan kesehatan. Program ini akan dibawakan oleh trainer yang memiliki latar belakang keahlian di bidang psikologi, kedokteran dan NLP.

-Pension Preparation Program (15-16 April 2009)
Pensiun bukan akhir dari segalanya. Namun karyawan yang akan memasuki masa pensiun perlu dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan agar dapat terhindar dari permasalahan-permasalahan yang dapat terjadi pada siapapun saat memasuki masa pension. Berkurangnya pendapatan secara drastis memang dapat menjadi masalah, namun kemampuan untuk beradaptasi dan mengubah pola hidup berdasarkan keadaan keuangan yang baru ini lebih sering menjadi kunci dalam mengatasi masalah tersebut. Namun, di sisi lain ada permasalahan yang seringkali menjadi paling sulit dihadapi oleh para pensiunan terutama yang sebelumnya telah menapak karir manajerial yaitu post power syndrome. Melalui program ini, peserta akan mempelajari dasar-dasar kemampuan yang diperlukan dalam menghadapi masa pension termasuk pengetahuan dan kemampuan entrepreneurship.

 

Formulir Permintaaan Informasi Lanjutan / Pra-Pendaftaran Public Training
  1. INFORMATION OPTIONS
  2. (required)
  3. (required)
  4. PERSONAL DATA
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. PRE REGISTRATION DATA (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. MESSAGE FOR TRAINING PROVIDER
 

cforms contact form by delicious:days

Posted in: Profiles

About the Author:

Post a Comment